قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ ٱللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
Qaalat Rabbi annaa yakoonu ee waladunw wa lam yamsasnee basharun qaala kazaalikil laahu yakhluqu maa yashaaa'; izaa qadaaa amran fa innamaa yaqoolu lahoo kun fayakoon
Maryam berkata, "Ya Tuhan-ku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, "Jadilah", lalu jadilah dia.
She said, "My Lord, how can I have a child when no man has touched me?" God said, "So it is — God creates what he wills. When he decrees a matter, he only says to it, 'Be,' and it is."